Jumat, 12 Desember 2008

SERBA GELAP

Pasar gelap ialah sektor kegiatan ekonomi yang melibatkan transaksi ekonomi ilegal, khususnya pembelian dan penjualan barang dagangan secara tak sah. Barang-barangnya sendiri bisa ilegal, seperti penjualan senjata atau obat-obatan terlarang; barang dagangan bisa dicuri; atau barang dagangan barangkali sebaliknya merupakan barang resmi yang dijual secara gelap untuk menghindari pembayaran pajak atau syarat lisensi, seperti rokok atau senjata api tak terdaftar. Disebut demikian karena urusan "ekonomi gelap" atau "pasar gelap" dilakukan di luar hukum, dan perlu diadakan "dalam kegelapan", di luar penglihatan hukum. Pasar gelap dikatakan berkembang saat pembatasan tempatnegara pada produksi atau syarat barang dan layanan yang berasal dari konflik dengan permintaan pasar. Pasar-pasar itu berhasil baik, kemudian, saat pembatasan negara makin berat, seperti selama pelarangan atau pendistribusian. Bagaimanapun, pasar gelap secara normal hadir dalam ekonomi kapitalisme maupun sosialisme. Istilah pasar gelap dalam bahasa inggris dikenal dengan illicit trade (dulu illegal trade, sekarang berusaha untuk dihapus karena tidak sesuai)



Sumber pasar gelap

umber dari semua pasar gelap adalah adanya larangan atau pembatasan barang-barang tertentu oleh pemerintah sehingga terjadi penyelundupan.[rujukan?] Larangan atau pembatasan pemerintah bisa bermacam-macam cara, larangan berarti berurusan dengan hukum pidana(contohnya: narkoba, bahan peledak, senjata). Sedangkan pembatasan bisa berbentuk pajak yang tinggi(contohnya: rokok, minuman keras), syarat-syarat yang ketat(maksudnya demi kepentingan kemaslahatan rakyat, contohnya: kayu), lisensi dan/atau Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dapat menjadi dasar hukum pemerintah untuk melarang barang bajakan, kuota (contohnya: beras, gula), dan lain-lain. Sumber dari pasar gelap dapat juga berupa sembunyi-sembunyi karena bertentangan dengan norma-norma masyarakat, seperti prostitusi, barang-barang porno, jimat, ilmu hitam, dan lain-lain (sebagian besar yang bertentangan dengan norma masyarakat sudah dibuatkan peraturan pemerintahnya).

Penyelundupan

Pasar gelap sangat erat kaitannya dengan penyelundupan. Penyelundupan adalah semua bentuk proses memperoleh barang yang dilarang/dibatasi tersebut menggunakan cara-cara yang melanggar hukum, oleh karena itu barang-barang yang terdapat di pasar gelap biasanya adalah barang hasil penyelundupan.

Harga pasar gelap

Sebagai akibat bertambahnya pembatasan pemerintah, harga pasar gelap untuk produksi yang bersangkut paut akan bertambah, seperti yang dikatakan pembatasan mewakili berkurangnya penawaran dan bertambahnya kemungkinan rugi pada bagian penawar, penjual, dan seluruh makelar. Menurut teori penawaran dan permintaan, kekurangan penawaran—membuat produk lebih langka—akan menaikkan harga, lainnya sama. Demikian pula, penyelenggaraan pembatasan yang bertambah akan menaikkan harga untuk alasan yang sama.
Barang yang diperoleh secara ilegal bisa mendapat 1 atau 2 tingkat harga. Mungkin akan kurang mahal daripada harga pasar (resmi) karena penawar tak mengadakan harga biasa dari produksi atau membayar pajak yang biasa. Kemungkinan lain, produk yang dipasok ilegal bisa lebih mahal daripada harga normal, karena produk yang dibicarakan sulit didapat dan mungkin tak tersedia resmi.
Dalam hal-hal terdahulu, bagaimanapun, kebanyakan orang mungkin melanjutkan membeli produk yang dibicarakan dari penawar resmi, karena sejumlah alasan:
 Konsumen mungkin merasa bahwa pemasok pasar gelap mengadakan bisnis secara tak bermoral (walau kritik ini bisa meluas ke penawar legal juga).
 Konsumen mungkin—berhak—lebih mempercayai pemasok resmi, karena mereka berdua lebih mudah berkontak bila salah dalam produk dan lebih mudah menyelenggarakan akuntabel.
 Di beberapa negara, merupakan serangan kejahatan membawa barang curian, faktor yang akan discourage pembeli.
Di kasus terkemudian tentang pasar gelap untuk barang yang dengan mudah tak tersedia melalui saluran resmi, pasar gelap akan tumbuh subur jika konsumen meminta meski kemudian berlanjut. Dalam kasus pelarangan resmi produk bahwa segmen besar masyarakat memandangnya tak berbahaya meski karena kedudukan legalnya, seperti di bawah pelarangan alkohol di AS, pasar gelap akan berhasil, dan pemasar gelap sering menginvestikan kembali keuntungan dalam aturan berjenis-jenis yang luas dari kegiatan tak resmi yang melebihi item "tak berbahaya" yang asli.
Harga pasar gelap bisa dikurangi dengan menghilangkan pembatasan legal yang relevan, demikian penawaran bertambah. Orang-orang yang menganjurkannya di dunia sekuler mungkin percaya bahwa pemerintah harus mengakui kejahatan yang lebih sedikit agar memfokuskan usaha pelaksanaan hukum pada bahaya pada masyarakat. Bagaimanapun, ini bisa dilihat oleh sejumlah orang sebagai persamaan kejahatan terlegalisasi agar mengurangi jumlah kejahatan "resmi"—dengan kata lain, kelonggaran bahwa dalam pandangan mereka hanya membuat barang lebih jelek. Sebagai kemungkinan lain, pemerintah busa mencoba mengurangi permintaan. bagaimanapun, secara ekonomis ini keluar dari kebiasaan dan tak semudah proses sebagaimana menurunya penawaran.

Contoh-contoh pasar gelap

Masa pelarangan di awal abad ke-18 di AS merupakan contoh klasik kegiatan pasar gelap. Banyak kelompok kejahatan terorganisasimengambil keuntungan dari kesempatan yang menguntungkan dalam mengakibatkan pasar gelap dalam produksi dan penjualan alkohol yang dilarang. Sejak banyak penduduk di sana tak memandang minum alkohol sebagai kegiatan yang sunguh membahayakan yang secara resmi harus dilarang, kedai minuman keras ilegal berlanjut, dan kelompok seperti Mafia berkembang hebat lebih kuat melalui kegiatan pasar gelapnya yang mendistribusikan alkohol. Contoh klasik lainny ialah Burma di bawah kekuasaan Ne Win. Di bawah "Cara Burma Menuju Sosialisme"-nya, negara itu menjadi salah satu yang termiskin di dunia, dan hanya pasar gelap dan penyelundupan yang meruyak mendukung kebutuhan rakyat.
Kini di banyak negara, dikemukakan "perang melawan narkotika" telah menciptakan efek yang sama untuk narkotika seperti ganja, heroin dankokain. Walau penagakan hukum yang sedang berjalan berusaha menjegal pemasokan obat-obatan terlarang, permintaan masih tinggi, mendorong kelompok kejahatan terorganisir memastikan ketersediannya. Selama usaha penegakan hukum sering menangkap distributor obat terlarang, permintaan tinggi untuk obat-obatan seperti itu memastikan bahwa harga pasar gelap akan dengan mudah naik sebagai tanggapan atas berkurangnya permintaan—mendorong distributor baru memasuki pasar dalam peredaran kekal.
Dengan cara yang sama, sejak prostitusi tak sah di banyak tempat dan permintaan pasar untuk layanan prostitusi masih tinggi di sejumlah daerah, pasar gelap biasa berkembang.
Pasar gelap bisa juga terbentuk saat yuridiksi yang berdekatan telah banyak membedakan tingkat harga pada produk yang sama. Produk yang umumnya diselundupkan untuk mengisi pasar-pasar gelap itu termasuk alkohol dan tembakau.
Pasar gelap berkembang di banyak tempat selama masa perang. Pendistribusian dan pengendalian harga yang dilaksanakan di anyak negara selama PD II mendorong kegiatan pasar gelap yang tersebar luas. Karena kurangnya barang konsumsi, pasar gelap tumbuh subur di Eropa Timur komunis dan Uni Soviet

Senin, 15 September 2008

Lima Butir Ineks Penjarakan Seorang Polisi

Seorang polisi, Aiptu Ramadan Marpaung (32), dari Polres Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) divonis hukuman penjara selama enam tahun oleh Pengadilan Negeri PN) setempat karena terbukti memiliki lima butir pil ineks.



Polisi "ineks" tersebut oleh PN Kotabaru juga dikenakan denda Rp150 juta subsider enam bulan kurungan, demikian dilaporkan, Kamis.

Kepala Humas Polda Kalsel, AKBP Puguh Raharjo, ketika dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis membenarkan hal tersebut, seraya menambahkan, polisi berpangkat perwira pertama itu menyatakan banding atas putusan pengadilan tingkat pertama.

"Oleh sebab itu, kesatuan belum bisa mengambil tindak lanjutan, apakah yang bersangkutan dipecat atau tidak dari keanggotaan polisi, karena keputusan pengadilan belum `inkrah` (bersifat tetap)," lanjutnya.

Putusan pengadilan tingkat pertama terhadap polisi yang terbukti memiliki barang haram tersebut, pada 9 September lalu, karena itu bandingnya masih dalam proses, ungkap juru bicara Polda Kalsel itu.

"Namun yang jelas perwira pertama berpangkat Ajun Inspektur Tingkat Satu tersebut bakal menjalani persidangan terkait tindakan disiplin. Sidang disiplin itu perlu agar memberi pelajaran kepada anggota lain," demikian Puguh.

Polisi di "Bumi Sa-ijaan" Kotabaru itu dibekuk, 22 November 2007 karena kasus judi dan narkoba. Namun saat masih mendekam di sel Polres Kotabaru dan ketika petugas Provost setempat melakukan razia, 1 Desember 2007, RM kedapatan menyimpan lima butir ineks.

Maka, polisi itu dikenakan pasal-pasal Undang Undang Psikotropika golongan I dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda Rp150 juta.

Dua Bandar Narkoba Dibekuk

Tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, menangkap dua bandar narkoba, sementara dua bandar lainnya dinyatakan buron.



"Kedua orang yang tertangkap itu adalah Mardiah dan Viktor Thembo Macoba, sedangkan yang masih dinyatakan buron adalah Eko dan Ricardo Mabuakor alias Steff," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Arman Depari di Jakarta, Kamis (11/9).

Ia mengatakan, Viktor dan Steff adalah WN Afrika Selatan.

Saat ditangkap, Viktor berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa menembak kakinya agar tidak kabur.

"Polisi dibantu masyarakat sempat mengejar Viktor sebelum akhirnya ditembak kakinya," katanya.

Kasus ini terungkap berawal ketika polisi menangkap Mardiah di Jl Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (10/9), dengan barang bukti 58,8 gram sabu.

Mardiah mengaku bahwa shabu itu adalah milik Viktor yang rencananya hendak diserahkan kepada Eko.

Dari keterangan Mardiah itu, polisi kemudian berhasil menangkap Viktor namun karena hendak kabur maka polisi menembak kaki kanannya setelah sebelumnya melepaskan tembakan peringatan.

Di rumahnya, Jl Jomas, Kembangan Jakarta Barat, polisi menemukan 59,6 gram heroin sebagai barang bukti.

"Heroin itu ditaruh dalam bungkus rokok Djarum Super," kata Depari.

Viktor mengaku bahwa heroin itu diperoleh dari rekan satu negaranya bernama Ricardo Mabuakor alias Steff.

Kini, Eko dan Steff menjadi buron.

Minggu, 24 Agustus 2008

BAHAYA NONTON PORNO



Nonton bokep, udah pernah belum ? Ha ha ha ha ha ha ha ha. Kalo, ditanya mengenai hal ini, biasanya cowok-cowok bakalan senyum-senyum dikulum atau mungkin langsung ketawa ngakak. Sepertinya sudah menjadi undang-undang enggak tertulis, kalo' cowok-cowok ngumpul, kayaknya enggak bakalan seru kalo enggak dibarengin sama nonton film yang katanya film biru, tapi ternyata enggak biru ini. Dan yang bikin seru lagi, biasanya kalo' udah nonton barengan yang biasanya enggak bakalan lagi kedengeran suaranya….Iya Khan ????
Perilaku nonton bokep, Be-eF, 26 atau apalah nama lain yang lainnya, seringkali dilakkan oleh rmeaja cowok. Hal ini bukan berarti remaja cewek jarang menoton film vulgar ini. Walaupun secara psikologis cowok-cewek memiliki libido (nafsu seksual) yang sama besarnya. Tapi tetap saja seringkali dijumpai bahwa Be-eF mania ini adalah kaum cowok. Hal ini masih asumsi saja karena sampai saat ini belum ada peneltian khusus yang membuktikan hal ini.
Kenapa cowok seringkali melakukan hal ini ?


Sebenernya enggak semua cowok adalah Be-eF mania. Tetapi alasan yang biasanya diberikan oleh kaum adam yang Be-eF mania adalah mereka lebih menekankan pada aspek visualisasi dalam menilai lawan jenis.contohnya, biasanya cowok akan lebih heboh reaksinya kalo' didepan mata lewat cewek dengan body yahud melintas. Reaksi heboh ini enggak cuma heboh kelihatannya aja, tapi juga heboh yang didalemnya juga….Lain lagi kalo cewek, biasanya mereka enggak seheboh cowok. Paling banter ngelirik. Nah, kebiasaan cowok yang kayak begini ini disebabkan karena adanya dorongan seksual yang harus disalurkan.
Kebiasaan menoton film biru ini pun biasanya juga disebabkan karena adanya dorongan seksual yang harus disalurkan (mau nggak mau). Karena cowok lebih tertarik pada visualisassi, maka salah satu penyalurannya adalah dengan menoton blue film ini. Diasumsikan mereka melakukan hal ini karena ini adalah pilihan terbaik diantara pilihan-pilihan terjelek lainnya (walaupun menonton Blue Film ini juga termasuk dalam pilihan-pilihan katagori jelek alias enggak bagus).
Dorongan seksual yang dialami cowok-cowok seumur kamu ini biasanya disebabkan karena seumur remaja sudah memasuki (atau mungkin melewati masa pubertas, dimana organ-organ reproduksi atau organ-organ seksual kamu udah mulai matang. Dan hal ini terjadi enggak lepas dari pengaruh hormon-hormon seksual (testoteron buat cowok dan estrogen buat cewek). Pada masa ini cowok akan lebih merasa sadar terhadap sensasi seksual yang dialaminya. Contohnya langsung ereksi kalo' mendapatkan rangsang seksual. Dan memang tidak dipungkiri, akibat pengaruh dorongan seksual ini cowok bisa menjelma jadi Be-eF mania.
Biasanya cowok-cowok model begini (Be-eF mania) berpendapat bahwa mereka lebih baik nonton Be-eF dibanding melakukan hubungan seksual langsung dengan status belum menikah dengan makhluk cewek, yang memang dari norma agama dan budaya jelas-jelas perlakuan ini dilarang. Dan mereka beranggapan bahwa dengan nonton bokep mereka dapat menyalurkan dorongan seksual mereka. Jadi enggak ada istilah bahwa cowok alim enggak boleh atau enggak pernah nonton bokep. Karena enggak cowok alim, enggak cowok preman semuanya pasti memilik dorongan seksual yang harus disalurkan.
Nonton Bokep = Nafsu gede ?
Enggak juga. Seperti yang udah dibilang diatas, bahwa cowok-cowok melakukan hal ini karena mereka manganggap bahwa nonton Be-eF adalah bentuk penyaluran dorongan seksual yang paling aman dan beresiko kecil, bahkan hampir tanpa resiko. Karena dengan menoton bokep, cowok-cowok akan merasa bahwa perilaku mereka memilih menonton film vulgar ini merupakan satu aktivitas yang tidak merugikan orang lain (terutama cewek) tapi bersamaan dengan itu mereka dapat melepas dorongan seksualnya tanpa merugikan cewek tentunya.
Jadi jangan aneh, kalo' punya sobat yang kelihatannya pendiam dan enggak nganeh-nganeh tetapi demen nonton film yang vulgar ini.
Apakah kebiasaan nonton Be-eF dapat dikategorikan sebagai bentuk gangguan jiwa?
Seringkali ditemukan cowok yang sepertinya nyandu buat nontn jenis film vulgar ini. Golongan pecandu berat Be-eF ini belum tentu dapat dikategorikan sebagai golongan cowok dengan label terganggu jiwanya karena mencandu bokep. Meskipun setiap hari menonton film jenis ini mereka (pecandu berat bokep) belum dapat dicap menderita gangguan jiwa. Karena memberikan labeling gangguan jiwa enggak bisa sembarangan. Bisa aja yang bersangkutan memang Be-eF mania ini memang doyan nonton Be-eF tetapi orientasi seksual mereka tetep normal.
Nah, yang dapat dikatakan dan diberi label gangguan jiwa karena keseringan nonton Bokep adalah mereka yang memang baru dapat merasakan orgasme dan mengalami ejakulasi hanya jika menonton Bokep dan tidak lagi tertarik dengan lawan jenis. Dapat dikatakan gangguan jiwa apabila hal ini dialami oleh cowok-cowok yang secara psikologis memiliki ketergantungan seksual pada film vulgar ini. Dalam arti hanya dapat mencapai kepuasan seksual melalui nonton Be-eF dan bukan melalui hubungan seksual.
Kenapa cewek enggak tertarik sama bokep ?
Ketertarikan pada jenis film vulgar ini sampai saat ini memang masih didominasi oleh kaum Adam. Tetapi bukan berarti cewek enggak tertarik pada jenis film ini. Meskipun ada, cewek model begini jumlahnya enggak banyak (mungkin). Hal ini diasumsikan disebabkan karena cewek lebih tertarik pada aspek afeksi. Contohnya cewek-cewek akan biasanya akan lebih dulu terarik dan simpatik pada hal-hal yang sifatnya berbau-bau perasaan. Lebih tertarik pada kebaikan hati cowok atau pada kejujuran ketimbang penampilan.
Hal ini tidak berarti bahwa kaum cewek enggak punya dorongan seksual. Mereka tetep punya dorongan seksual tetapi bentuk penyalurannya jarang yang mengambil pilihan nonton bokep. Hal ini mungkin disebabkan karena struktur budaya dan norma yang ada di masyarakat yang secara tidak tertulis mengharuskan cewek harus lebih banyak menahan perilaku dan sikap.
Be-eF mania musti gimana ?
Dorongan seksual memang bisa disalurkan lewat bermacam-macam cara, salah satu diantaranya ya dengan menonton Be-eF. Nah, tapi juga harus disadari bahwa semua perilaku ini memiliki resiko, termasuk menonton bokep. Contoh resiko dari nonton bokep ini adalah adanya keinginan untuk merealisasikan apa yang udah ditonton. Padahal khan belom married. Maka kalo' hal ini dibiarkan berlanjut terus maka bukan enggak mungkin bakal kejadian hal-hal yang enggak-enggak. Misalnya bisa bikin hamil anak agadis orang. Tentu kejadian kayak begini sama sekali enggak diharapkan.
Maka untuk menghindari hal diatas ada baiknya untuk Be-eF mania untuk secara bertahap mengendalikan kebiasaan menonton film vulgar ini dengan mengalihkannya dengan kegiatan lain yang dapat mengalihkan dorongan seksual yang dialami.

 
© 2008 *By Templates para Você*